Hello world.!!

"positive thinking"

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Pengurangan Beban Akademik

Sedikit mengutip dari pemaparan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang berniat untuk membangun kesadaran bersama di dalam birokrasi pendidikan yang memiliki birokrasi “sulit”.

Masalah-masalah pendidikan sudah dianggap sebagai sebuah kelaziman. Kini saatnya mengubah cara pandang tersebut di dalam seluruh institusi birokrasi.

Potret buruk pendidikan hari ini, apapun sebabnya adalah tanggung jawab kita di birokrasi pendidikan. Paparan ini tidak berpretensi untuk sekadar memberikan “perintah” dan target, tetapi mengajak semua pihak di dalam birokrasi untuk mencari terobosan kreatif dan mengajak masyarakat untuk membereskan masalah pendidikan.

Pada bulan Agustus 2013, pemerintah Cina mengeluarkan dokumen lanjutan untuk mendorong daerah dan sekolah mengurangi beban akademik bagi siswa pendidikan dasar :

  1. Penerimaan siswa yang transparan dan hanya berdasarkan domisili siswa.
  2. Pengelompokan siswa dan guru secara seimbang dan acak, tanpa kelas-kelas khusus.
  3. Pengajaran “titik awal nol” dengan asumsi kecakapan siswa mulai nol dan tidak ada ekspektasi akademik tinggi.
  4. Tidak ada pekerjaan rumah tertulis, tapi boleh memberi PR “eksperiensial” dengan ortu dan masyarakat.
  5. Mengurangi ujian. Standardized test dilarang untuk kelas 1-3 SD. Berikutnya, hanya boleh satu per semester.
  6. Evaluasi kategorikal. Sekolah tidak boleh memberi nilai angka, tapi kategori mulai “cukup” sampai “luar biasa”.
  7. Meminimalkan material tambahan. Hanya boleh satu material tambahan selain buku utama.
  8. Tidak boleh ada kelas tambahan.
  9. Kegiatan olahraga minimal satu jam. Sekolah juga harus berikan waktu istirahat dan relaksasi yang cukup. Memperkuat dukungan pada sekolah.
  10. Otoritas pendidikan di semua tingkat kepemerintahan harus melakukan inspeksi secara periodik dan mengawasi langkah nyata dalam mengurangi beban akademik siswa, serta wajib mempublikasikan temuannya.

Langkah-langkah perbaikan bersama :

  1. Meningkatkan kinerja delapan standar layanan pendidikan di semua sekolah dalam waktu 3-4 tahun sehingga tidak ada yang berada di bawah standar layanan minimal. Every school is a good school.
  2. Gerakan meningkatkan kemuliaan dan mutu guru. Pembenahan dan penuntasan status kepegawaian guru.
  3. Membangun jejaring komunikasi dan kolaborasi yang lebih baik antar pemerintah daerah untuk saling berbagi praktik-pratik baik, termasuk yang muncul dari masyarakat.
  4. Mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan pihak swasta dalam membantu memecahkan masalah dan meningkatkan kinerja pendidikan daerah.

Langkah-langkah perbaikan Yang bisa dilakukan :

  1. Mohon untuk mengukur diri dan menentukan apa yang bisa dibantu oleh pemerintah pusat untuk mengembangkan kapasitas daerah dalam hal kinerja organisasi dan kemampuan tiap-tiap sumber daya manusia, di luar bantuan fasilitas dan pendanaan.
  2. Mohon untuk lebih sering hadir berkeliling di sekolah, hadir berkeliling di KKG/MGMP, hadir upacara sekolah secara bergilir, berkunjung dan berbicara dengan orangtua dan komite sekolah, berdiskusi dengan elemen pendidikan dan aktivis pendidikan di daerah.
  3. Mendorong gerakan pendidikan, baik yang diinisiasi oleh pemerintah daerah maupun oleh masyarakat di tingkat akar rumput agar merebak di seluruh kabupaten.

[menghilangkan penyeragaman dalam pendidikan, pengembangan pendidikan kewarganegaraan, pengembangan pendidikan karakter, dll]

NAMUN….

Terdapat beberapa berita buruk yang terjadi dampak dari semua ini….dan laluuuuu???

Namun, berita buruknya…

75% sekolah di Indonesia TIDAK memenuhi standar layanan MINIMAL pendidikan…

Pemetaan oleh Kemdikbud terhadap 40.000 sekolah pada tahun 2012.

 p&k.1

 

44,5 nilai rata-rata uji kompetensi guru.

Standar yang diharapkan : nilai 70

Hasil Uji Kompetensi Guru pada tahun 2012 terhadap 460.000 guru.

p&k.2 

40 posisi Indonesia dari 40 negara pada pemetaan The Learning Curve – Pearson

Hasil pemetaan akses dan mutu pendidikan pada tahun 2013 dan 2014.

 p&k.3

 

Dan fakta – fakta menyedihkan lainnya……

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Desember 8, 2014 by in Uncategorized.
%d blogger menyukai ini: